Mengenal Netiket, Etika di Dunia Maya (Bagian 3)

 

Lanjutan dari tulisan sebelumnya, membahas tentang Aturan 2: Taatilah standar-standar tingkah laku yang sama online seperti yang anda lakukan dalam kehidupan yang nyata.

  • Dalam kehidupan nyata, kebanyakan orang cukup taat hukum, apakah karena wataknya begitu atau karena takut tertangkap. Dalam cyberspace, kemungkinan untuk tertangkap kadang-kadang kelihatannya sangat kecil. Dan, mungkin karena orang kadang-kadang lupa bahwa ada seorang manusia berada di tempat lain dengan sebuah komputer, ada orang berpikir bahwa dalam cyberspace tidak apa-apa kalau kita hanya menerapkan etika atau tingkah laku pribadi dengan standar yang rendah.
  • Kekeliruan di atas mungkin dapat dimengerti, tetapi orang yang berpikir seperti di atas ternyata salah. Standar tingkah laku mungkin saja berbeda tergantung dari daerah cyberspace, tetapi standar-standar itu tidak lebih rendah dari pada yang ada dalam kehidupan nyata.
  • Bertingkah laku etis
  • Jangan percaya kepada orang yang berkata, “Satu-satunya etika di luar sana ialah apa yang dapat anda peroleh tanpa diketahui atau dihukum.” Ini adalah buku tentang tata krama/tingkah laku, dan bukan tentang etika. Tetapi apabila anda bertemu dengan dilema etika di cyberspace, konsultasikan hukum (code) yang anda gunakan dalam kehidupan nyata. Ada kemungkinan anda dapat menemukan jawabanya.
  • Satu poin lagi berkaitan dengan Etika Netiket: Apabila anda menggunakan perangkat berbagi (shareware), jangan lupa bayar. Membayar shareware mendorong lebih banyak orang untuk menulis shareware. Beberapa dolar mungkin tidak banyak berarti bagi anda, dan pada akhirnya semuanya akan mendapat manfaat dari cyberspace.
  • Melanggar hukum adalah sebuah Netiket yang buruk
  • Apabila anda tergoda untuk melakukan sesuatu yang illegal di cyberspace, kemungkinannya ialah bahwa hal itu juga sudah pasti merupakan suatu Netiket yang buruk.
  • Ada hukum/peraturan yang kabur atau cukup rumit sehingga sulit diketahui bagaimana mematuhinya. Dan dalam beberapa kasus, kita masih memikirkan bagaimana hukum dapat diterapkan pada cyberspace. Dua contoh adalah peraturan mengenai hak privasi (lihat Aturan 8 dan “Email Privacy – a Grand Illusion” pada halaman 125) dan Hak Cipta (lihat “Copyright in Cyberspace” pada halaman 133).
  • Sekali lagi, ini adalah buku mengenai tatakrama,dan bukan sebuah buku pedoman (manual) hukum. Namun demikian, Netiket menyarankan agar anda melakukan yang terbaik untuk bertindak dalam koridor hukum dalam masyarakat dan dalam cyberspace.

Leave A Comment?

Captcha *