Mengenal Netiket, Etika di Dunia Maya (Bagian 2)

 

Aturan 1: Ingatlah Manusia

Kaidah kencana (golden rule) yang diajarkan orang tua dan guru TK kepada anda cukup sederhana: lakukan kepada orang lain seperti yang anda inginkan mereka lakukan kepada anda. Bayangkan apa yang anda rasakan kalau anda berada pada posisi mereka. Bangkit untuk diri anda sendiri, tetapi usahakan untuk tidak menyakiti perasaan orang lain.


Dalam cyberspace, hal tersebut diungkapkan bahkan dengan cara yang lebih dasar dan sederhana: Ingatlah manusia.

Bilamana anda berkomunikasi secara elektronik, yang anda lihat hanyalah layar komputer. Anda tidak mendapat kesempatan untuk menggunakan ekspresi wajah, isyarat dan nada suara untuk mengkomunikasikan apa yang anda inginkan; kata-kata, kata-kata sunyi tertulis itu saja yang dapat anda lakukan. Dan hal itu berlaku juga bagi korespondensi anda.

Bilamana anda lakukan percakapan online – apakah hal itu merupakan pertukaran email atau sebuah respon pada suatu posting kelompok diskusi – mudah sekali bahwa maksud korespondensi anda disalah mengerti. Dan, sangat mudah untuk melupakan bahwa pihak yang menerima tulisan anda adalah orang yang memiliki perasaan yang kurang lebih sama dengan perasaan anda.

Memang benar-benar ironis. Jaringan Komputer mempertemukan orang-orang yang tidak akan pernah bertemu tanpa jaringan itu. Tetapi impersonalitas media tersebut merubah rapat menjadi sesuatu yang kurang. Ya, kurang personal. Orang-orang yang bertukar e-mail kadang-kadang bertingkah laku seperti orang yang berada di belakang roda/kemudi sebuah mobil: Mereka mengutuk/memaki pengendara lainnya, menunjukkan isyarat cabut/carut, dan pada umumnya bertingkah laku seperti orang liar. Kebanyakan dari mereka tidak akan bertingkah laku seperti itu di kantor ataupun di rumah. Tetapi adanya penempatan mesin (seperti komputer/e-mail) membuatnya seolah dapat diterima/boleh dilakukan.

Akan tetapi, pesan dari Netiket ialah bahwa hal itu tidak dapat diterima. Ya, silakan gunakan hubungan jaringan anda untuk mengungkapkan diri anda secara bebas, jajagilah dunia baru yang asing, dan beranilah bepergian ke tempat yang belum pernah anda datangi. Tetapi ingatlah Petunjuk Utama dari Netiket: Di luar sana ada manusia sungguhan.

Akankah anda katakan itu langsung di hadapannya?

Penulis dan penginjil (evangelist) Macintosh Guy Kawasaki bercerita tentang bagaimana ia mendapat email dari seseorang yang belum pernah ia jumpai sebelumnya. Secara online, orang ini memberitahu Guy bahwa ia adalah penulis yang buruk dan tidak ada apapun yang menarik dari tulisannya.

Ini benar-benar kasar bukan? Ya, dan sayangnya hal seperti ini terjadi terus menerus di cyberspace.

Mungkin karena kekuatan yang mengagumkan akibat kemampuan untuk mengirim langsung sebuah email kepada seorang penulis yang terkenal seperti Guy. Mungkin akibat fakta bahwa anda tidak bisa melihat wajahnya yang kerisut yang merasa sakit ketika ia membaca kalimat anda yang kejam. Apapun alasannya, hal seperti itu agak umum, walaupun hampir tidak dapat dipercaya.

Guy mengusulkan suatu tes yang berguna untuk apapun juga yang anda akan kirimkan: Tanyailah diri anda, “Apakah saya akan (berani) mengatakan hal ini di depan mata si penerima?” Kalau jawabanya tidak, tulis lagi dan baca kembali. Ulangi prosesnya sampai anda merasa senyaman mengirimnya melalui cyberspace dengan kalau anda mengucapkan kata-kata tersebut secara langsung di hadapanya.

Tentu saja ada saatnya di mana anda akan merasa lebih puas kalau anda mengatakan sesuatu yang benar-benar kasar langsung di hadapan orang itu. Kalau kenyataannya demikian maka Netiket tidak dapat membantu anda. Pergi dan cari sebuah kopi Miss Manners’ Guide to Excruciatingly Correct Behavior (Pedoman Norma Kelakuan bagi Pedoman Tingkah Laku yang Luar Biasa)

Alasan lain mengapa kita tidak boleh bersifat ofensif online

Bilamana anda berkomunikasi lewat cyberspace – via email atau pada suatu kelompok diskusi – perkataan anda tertulis. Dengan demikian ada kemungkinan bahwa kata-kata anda yang tertulis itu disimpan di suatu tempat yang anda tidak ketahui yang berada di luar kendali anda. Dengan kata lain, kata-kata tersebut dapat kembali dan menghantui anda.

Jangan pernah lupakan kisah Oliver North, salah seorang pengguna email yang terkenal. Ollie, mungkin anda ingat, sebagai nama panggilannya adalah seorang yang setia pada sistem email Gedung Putih, PROFS. Dengan rajinnya ia menghapus semua catatan yang ia kirim atau terima yang bersifat menuduh. Tetapi, tanpa ia sadari, ada seseorang staf ruang komputer di Gedung Putih yang juga serajin dia, melakukan back up atas mainframe di mana pesannya disimpan. Ketika dia harus menghadap meja hijau, semua rekaman backup tersebut siap ditampilkan sebagai bukti melawannya.

Untuk berhati-hati anda tidak harus melakukannya hanya ketika anda terlibat dalam kegiatan kejahatan. Setiap pesan yang anda kirim dapat disimpan atau dikirim ke orang lain (forward) oleh si penerima, dan anda tidak punya kendali atas ke mana pesan anda itu dikirim.

Leave A Comment?

Captcha *