Memahami Perubahan (Bagian 3)

 

Dalam bagian 3 ini kita akan mengidentifikasi tingkat-tingkat perhatian. Tulisan ini merupakan bagian 3 dari 4 tulisan mengenai perubahan dalam penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

3. Tingkat-Tingkat Perhatian

Hord dkk [v] mengidentifikasi tujuh tahap perhatian guru yang berusaha menggunakan suatu hasil inovasi (misalnya, teknologi atau pengajaran berpusat siswa). Semuanya diberikan di sini mulai dari tingkat yang paling rendah – kesadaran (awareness)—di mana guru tahu sedikit mengenai suatu inovasi tetapi benar-benar tidak peduli—refocusing.

Bagaimana memberitahu Guru tentang Tingkat Perhatian/ Keprihatinannya?

Tanyakan pada mereka.

Bukan, “Halo… Kamu berada pada tingkat yang mana?” tetapi (kalau inovasi berkaitan dengan ICT), “Bagaimana dengan penggunaan komputer?” Kalau guru berkata, “Saya memakai kegiatan komputer yang anda lakukan bersama kami dan merubahnya untuk kelas geografi,” dia berada pada tahap pemfokusan kembali. Kalau guru berkata, “Saya tidak punya waktu untuk belajar komputer. Saya sibuk sekali.” Dia berada pada tahap personal. Kalau guru berkata, “saya dan seorang teman guru sedang berpikir untuk mencoba satu kegiatan baru didasarkan pada satu model komputer,” dia berada pada tahap kolaborasi.

Anda dapat juga mengobservasi guru, melakukan survei dan mengajukan pertanyaan terbuka untuk menentukan tahap perhatian/keprihatinan mereka.

Mengetahui “tahap perhatian” guru penting untuk tiga alasan:

  • Pertama, hal itu dapat membantu anda memikirkan berapa banyak dan jenis bantuan apa yang harus diberikan kepada seorang guru. Guru yang berada pada tahap pemfokusan kembali mungkin membutuhkan bantuan untuk merencanakan pembelajaran, sedangkan yang berada pada tahap informasional mungkin membutuhkan bantuan misalnya dalam hal bagaimana menggunakan software Inspiration.
  • Berikut, anda harus tangani tahap perhatian guru (melalui asistensi dalam kelas, pelatihan tambahan, pendekatan instruktur, dll.) sebelum guru meningkat ke tahapan berikutnya.
  • Akhirnya, kalau kita tahu pada tahap atau tingkat mana sang guru berada, kita akan dapat menghubungkan para guru satu dengan yang lainnya. Misalnya, kalau seorang guru menghabiskan seluruh waktunya memikirkan bagaimana menggunakan komputer (manajemen) kita dapat gabungkan dia dengan guru yang berada pada tahap kolaborasi, yang tertarik untuk bekerjasama dengan orang lain.

Perhatian guru akan berubah sebagai respon terhadap setiap inovasi atau setiap perubahan tambahan dalam inovasi [ii]. Semakin dramatis perubahan diharapkan, dan semakin intense keprihatinan guru, semakin bayak bantuan yang dibutuhkan oleh guru. Perhatian mereka terhadap suatu inovasi dan kerelaan untuk menggunakannya tergantung dari sejumlah faktor:

  • Kompleksitas: Guru mungkin makin merasa cemas dengan komputer, yang merupakan alat yang rumit; ini berbeda dengan TV, yang merupakan alat yang mudah/sederhana.
  • Dukungan : Kemampuan guru untuk mengimplementasikan sebuah inovasi tergantung dari jumlah dukungan yang tersedia.
  • Ekspektasi: Semakin dramatis perubahan diharapkan, dan semakin intense keprihatinan guru, semakin banyak bantuan yang ia butuhkan.

Leave A Comment?

Captcha *