[InnovatED] Merancang Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) dengan Kerangka GRASPS

Untuk merancang PjBL (Project Based Learning), perancang kurikulum dapat menggunakan kerangka kerja GRASPS, yang merupakan sebuah metode perancangan Authentic Assesment (penilaian otentik yang diambil dari gagasan Wiggins dan McTighe bernama “backward planning” atau “backward design” dalam bukunya “Understanding by Design”. GRASPS merupakan singkatan dari Goal, Role, Audience, Situation, Product and Standards.

Overall, the research on Project-based Learning (PBL) reports positive outcomes related to student learning in the areas of content knowledge, collaborative skills, engagement and motivation, and critical thinking and problem-solving skills.” (The whole research summary)

Adapun Elemen dalam GRASPS ini adalah: (1) Goal, merupakan tujuan atau aksi yang siswa akan di lakukan dalam skenario, didalam Goal mencakup solusi dan permasalahan yang terjadi di dunia nyata (2) Role, yaitu peran siswa dalam skenario (3) Audience, yaitu lingkungan yang nantinya akan berhubungan dengan peran siswa dalam skenario (4) Situation, yaitu tantangan dan detail suasana atau rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam skenario (5) Product, yaitu hasil dari aktifitas siswa pembelajaran atau selama menjalankan skenario (6) Standards, menyatakan bagaimana tugas ini akan di nilai, dengan kriteria apa produk tersebut akan di nilai dan apa saja indikator kesuksesannya.

Menurut Grant Wiggins and Jay McTighe [1] bagian yang penting dari GRASPS adalah menempatkan siswa kedalam skenario dunia nyata dimana mereka menghasilkan artefak yang menggambarkan isi pembelajaran dan apa yang mungkin mereka butuhkan untuk menghasilkan itu dalam keadaan yang sebenarnya. Project Based Learning (PjBL) berbasis GRASPS sebenarnya merupakan pengembangan yang peneliti lakukan dari PjBL yang telah ada sebelumnya. GRASPS dalam model pembelajaran ini dijadikan dasar untuk mengkonstruksi proyek yang nantinya akan diterapkan pada pembelajaran. Dalam hal ini bukan berarti peneliti membatasi apa yang harus dilakukan siswa untuk proyek mereka melainkan hanya memberi kerangka yang harus dikembangkan oleh siswa sehingga tidak menyalahi karakteristik PjBL sendiri.

Berikut adalah contoh tabel GRASPS untuk PjBL dengan judul proyek “Jajanan Sehat, Enak dan Murah di Sekolahku”.

1. Goal : Akhir-akhir ini banyak siswa terkena penyakit diare dan tipus. Siswa akan melakukan penelitian mengapa penyakit-penyakit tersebut dengan mudah menjangkiti mereka, apa saja penyebab dan akibatnya. Hasil penelitian dan kampanye akan mereka sampaikan dalam bentuk presentasi dan poster yang dialamatkan ke semua rekan sekolahnya , orang-tua siswa dan pedagang keliling serta kantin di sekitar sekolah mereka.

2. Role : Tim Peneliti Kesehatan yang mendapat tugas dari Depertemen Kesehatan

3. Audience : Petugas Kesehatan di Puskesmas, Ahli Gizi, Pedagang Jajanan

4. Situation/Set of Activities : (a) Siswa melihat video tentang beberapa kasus keracunan makanan dan penyakit yang disebabkan makanan tidak sehat dan melakukan brainstorming tentang topik ini, (b) Secara berkelompok, siswa melakukan penelitian dengan melakukan wawancara dan pengamatan serta studi literatur di Internet, (c) Siswa membuat laporan penelitian dalam bentuk presentasi multimedia dan membuat poster kampanye makanan sehat dengan aplikasi pengolah kata, (d) Siswa mempresentasikan hasil penelitian ke guru dan siswa lain di sekolah, (e) Siswa menempel dan menyebarluaskan poster peduli jajanan sehat di sekolah dan masyarakat.

5. Standard :

Standar Kompetensi: Makluk Hidup dan Proses Kehidupan (Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan). Kompetensi Dasar: 1.3 Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan. Indikator: (a) Mengidentifikasi alat pencernaan makanan pada manusia, (b) Mencari informasi tentang penyakit yang berhubungan dengan pencernaan, (c) Mempraktekkan kebiasaan hidup sehat untuk menjaga kesehatan alat pencernaan, (d) Mengidentifikasi makanan bergizi dan menyimpulkan bahwa makanan yang bergizi dengan jumlah dan susunan menu seimbang menjadikan tubuh sehat, (e) Mempraktekkan cara-cara mengolah bahan makanan dengan tetap mempertahankan nilai gizinya.

Dengan kerangka kerja ini perancang kurikulum akan dapat dengan mudah merancang Pembelajaran Berbasis Proyek untuk pembelajarannya. Berikutnya yang perlu dilakukan guru adalah mengembangkan pertanyaan pemandu, mengembangkan instrumen penilaian otentik dan menuangkan semuanya pada dokumen rancangan pembelajaran atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Selamat mencoba!

 

Leave A Comment?

Captcha *